Tampilkan postingan dengan label berbagi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berbagi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Agustus 2022

KURIKULUM MERDEKA

Kurikulum Merdeka sebagai Langkah Baru di Dunia Pendidikan

                Pada tahun 2022, penerapan Kurikulum Merdeka telah dimulai setelah sekian lama menjadi sebuah rencana di tahun-tahun sebelumnya. Adanya kurikulum baru ini, tentunya menjadi "barang baru" bagi sejumlah akademisi baik di tingkat dasar maupun tinggi.
                Kurikulum Merdeka merupakan bentuk pengajaran baru yang berbasis pada kata "mandiri". Peserta didik diberikan kemandirian untuk memilih dan menenukan ilmu apa yang akan dia pelajari. Peserta didik nantinya diharapkan secara mandiri memenuhi kebutuhan ilmu dan pengetahuannya, bukan dikarenakan kebutuhan orang lain apalagi dipaksa melakukan dan mempelajarinya. Sedangkan di sisi lain, Guru dalam konteks Kurikulum Merdeka menjadi sebuah fasilitator dalam menyediakan kebutuhan peserta didik. Guru diharapkan mampu menyajikan seperangkat fasilitas, media ajar, strategi, dan metode dalam mengajar guna memberikan apa yang peserta didik butuhkan.
            Pemerintah dalam hal ini, menyediakan sebuah platform "Merdeka Mengajar" sebagai wadah bagi pengajar, pendidik, dan akademisi untuk belajar dan berkreativitas terkait Kurikulum Merdeka. Adapun di dalamnya juga disediakan berbagai pelatihan dan bukti karya sebagai bentuk partisipasi dari para penggunanya.
            Pada tahun ini, penerapan kurikulum merdeka dilakukan pada jenjang kelas 2 dan 4 Sekolah Dasar, kelas 7 Sekolah Menengah Pertama, dan kelas 10 untuk Sekolah Menengan Atas. Adanya platform tersebut diharapkan semakin banyak pelaku pendidikan yang makin memahami tujuan dari kurikulum baru ini. 

CONTOH AKSI NYATA TERKAIT MERDEKA BELAJAR (Salah satu materi dalam platform MERDEKA MENGAJAR)
POSTER AKSI NYATA 


Sebagai umpan balik, silakan isi form berikut klik 


terima kasih telah membaca :) 




Sabtu, 26 Desember 2020

MEMORI MANUSIA

 



Di mana kuutaruh bukuku dua hari yang lalu?

                            

    Kapan aku berkunjung ke kota itu, ya? 

 

Manusia hidup dengan ingatan. Peristiwa yang terjadi pada masa lalu hingga kini terangkum dalam sebuah hal yang dinamakan memori. Namun,  tidak ada sebuah memori yang sempurna, meski ia merupakan memori dengan kualitas bagus. Sebab, terdapat banyak faktor baik di dalam maupun di luar yang mampu mengganggu terjadinya penyimpanan informasi.

Berbagai bentuk informasi yang diterima manusia tentunya secara otomatis masuk dalam memori. Secara ilmu biologis, informasi yang masuk langsung menuju pada lokasi berdasarkan jenisnya. Adanya pembagian kerja memori berdasarkan jenisnya membuat kita lebih bijak dalam menerima informasi yang perlu atau tidak untuk disimpan. Kemudian, melalui proses “mengingat” dengan memanfaatkan informasi dalam memori maka manusia tidak akan lupa masa lalunya. Bahkan hal ini dapat digunakan untuk membaca masa depan. Berikut akan dijelaskan  macam dari memori manusia berdasarkan banyak ahli.

 ⇃⇃⇃⇃⇃⇃1⇃

Pada kenyataanya, orang-orang lebih mengetahui bahwa memori adalah segala yang kita ingat. Hal-hal seperti mengingat sesuatu itu sudah dikatakan sebagai memori atau ingatan. Namun, sesungguhnya tidak sesimpel itu. Memori mempunyai banyak macam serta tugas masing-masing. Berikut dapat diketahui pendapat dari beberapa ahli, yang menjelaskan mengenai macam memori

Menurut Kenneth (1998: 27) terdapat beberapa perbedaan antara Memori Jangka Pendek (MJP) dan Memori Jangka Panjang (MJPj) yakni:

1.  Perubahan syarat yang terjadi di dalam otak mungkin berlainan untuk keduanya.

2. Memori Jangka Pendek merupakan proses aktif yang berlangsung terus yang sudah dikacaukan oleh kegiatan-kegiatan lain: Memori Jangka Panjang tidak mudah dibuyarkan.

3.  Memori Jangka Pendek memiliki kapasitas terbatas sedangkan  memori jangka panjang merupakan memori dengan kapasitas tidak terbatas.

4. Retrieval dari MJP merupakan proses yang otomatis, sedangkan masalah retrieval terjadi pada MJPj.

5.Terdapat obat-obatan dan penyakit yang dapat mempengaruhi MJP tanpa memberikan dampak bagi MJPj atau sebaliknya.

                        

Berkaitan dengan macam memori, Kenneth L Higbee (1998: 27) membagi memori dalam dua macam, yaitu Memori Jangka Pendek dan Jangka Panjang.

Memori Jangka Pendek, merupakan memori yang diukur pada seberapa banyak informasi yang dapat diterima dalam satu waktu. Selain itu, memori ini sangat mudah hilang, jika tidak diulang kurang dari 30 detik. Pengulangan informasi menjalankan dua fungsi, yaitu pengulangan yang bertujuan agar informasi tersebut tetap tersimpan dalam MJP dan pengulangan  memindahkan informasi dalam MJPj. Contohnya: nomor telpon, tanggal, dan orang (Kenneth, 1998: 27). Kemudian, Memori Jangka Panjang merupakan memori yang oleh manusia selama ini disebut sebagai memori. Sebab,  banyaknya informasi yang bertahan dalam waktu lama terdapat di sini dan kapasitasnya tidaklah terbatas (Kenneth, 1998: 30). 

Sependapat dengan Kenneth, Sri Esti (2006: 153-158) menambahkan bahwa informasi masuk ke dalam Memori Jangka Pendek dari Sensor Memory, sedangkan Memori Jangka Panjang kemungkinan sering mengalami gangguan sebab terkadang informasi yang masuk dalam jangka panjang ini tidak dapat digunakan secara tepat. Oleh sebab itu,  ingatan tersebut dimasukan dalam Memori Jangka Pendek untuk digabungkan dengan informasi yang baru (Working Memory). Contoh: Ketika seseorang melihat burung, secara seketika kita akan lupa ketika mengalihkan perhatian. Namun, terkadang seketika pula informasi tersebut akan bergabung bersama dengan ingatan yang sudah kita miliki mengenai burung sebelumnya.

Sedikit berbeda dengan Kenneth,  Barry Gordon dan Lisa Berger (2003: 24) juga membagi memori dalam dua jenis. Namun, dalam buku researchnya mengenai Memory Intelegent, dijelaskan lebih detail lagi mengenai tugas dan fungsi dari masing-masing memori tersebut.

 Dikatakan, bahwa Memori Jangka Pendek (Memori Temporer) digunakan untuk menyimpan informasi mengenai pokok kehidupan sehari-hari. Memori ini menyimpan potongan-potongan dari informasi, seperti di mana anda meletakkan cangkir kopi, menulis nomor telepon yang baru saja didengar, dan lain-lain. Memori ini relatif kecil, sedikitnya mengandung tujuh potongan informasi dalam satu waktu dan selalu memperbarui diri sendiri baik dengan cara membuang bebagai objek untuk menyediakan lebih banyak tempat atau dengan memindahkan satu objek ke memori jangka panjang (Barry dan Lisa, 2003: 24).

Kemudian, Memori Jangka Panjang merupakan memori yang menyimpan infromasi untuk digunakan oleh Memori Intelegent (Barry dan Lisa, 2003: 25). Selain menyimpan informasi dalam kurun waktu lama, memori ini juga harus terorganisir untuk bisa digunakan oleh memori intelegent. Memori ini mengatur dan mengorganisir supaya suatu ketika jika dibutuhkan hal ini dapat ditemukan secara cepat.  Memori intelegent adalah memori yang fungsinya untuk menarik kesimpulan atau referensi (Barry dan Lisa, 2003: 25). Namun, kesimpulan yang didapat tidak selamanya selalu menjadi kesimpulan yang terbaik.

Bagi Susan E. Gathrecole dan Tracy Packiam Alloway (2009: 2),  Memori Jangka Pendek adalah memori kerja, masih murni, dan tidak dimanipulasi baik secara mental atau lainnya. Memori Jangka Pendek digunakan untuk menyimpan informasi yang sifatnya khusus. Menurutnya, Memori Jangka Pendek terbagi atas dua bentuk yakni:

a.     Memori Lisan Jangka Pendek,  menyimpan informasi yang diperoleh dan dinyatakan dengan lisan, seperti bilangan, angka, kata, kalimat, dan didukung oleh struktur otak bagian samping belahan kiri. Ketika seseorang mengalami cedera pada bagian ini, maka seseorang tersebut dapat kehilangan kemampuannya dalam mengingat informasi lisan dalam jangka waktu singkat dan arena darah yang mengalir ke daerah ini meningkat bila orang mengingat informasi lisan.

b.   Memori Visuo-Spasial Jangka Pendek, memori ini dapat menyimpan informasi berupa bayangan, gambar , dan infromasi mengenai lokasi. Kerja memori bagian ini terletak di sisi kanan otak.  Contohnya: Ketika kita mendapat perintah untuk menggambarkan sebuah lokasi tempat, saat kita tidak mendapatkan gambarnya secara langsung, maka pemanfaatan memori visuo-spasial inilah dibutuhkan.

Kedua memori tesebut merupakan Memori Jangka Pendek yang letaknya terpisah walaupun berhadapan. Karena hal inilah terkadang orang yang baik kemampuan dalam menyimpan informasi lisannya belum tentu mempunyai memori visuo-spasial yang baik, dan sebaliknya. Selain kedua memori tersebut, Susan dan Tracy (2009: 6) menambahkan macam memori manusia, yaitu Eksekutif sentral. Merupakan memori yang sangat penting karena ia terlibat dalam semua kegiatan mental yang berkoordinasi dengan  penyimpanan dan proses mental berat. Penggunaan macam bagian memori tersebut disesuaikan dengan sifat kegiatannya. Contohnya: Berhitung dalam hati akan melibatkan eksekutif sentral maupun Memori Lisan Jangka Pendek.

Ketika berhubungan  dengan Memori Visuo-Spasi Jangka Pendek, terkadang eksekutif sentral juga bekerjasama. Eksekutif sentral mempunyai karakteristik berbeda dengan kedua jenis lainnya di atas. ia mampu memberikan sumber daya kognitif yang berkaitan dengan perhatian  dalam berbagai format.




Selanjutnya, Susan dan Tracy (2009: 14) juga mengatakan bahwa Memori Jangka Panjang merupakan aspek yang sangat penting dari memori yang mendasari pengingatan kembali kejadian atau episode yang terjadi relatif baru. Menyatakan memori pengalaman yang terjadi pada suatu waktu sebelum masa lalu terdekat atau menjelang masa kini dan juga untuk pengetahuan yang telah diperoleh dalam jangka panjang. Mereka membagi Memori Jangka Panjang kedalam beberapa jenis, yaitu:

a. Memori Episodik 

Memori Episodik menyimpan memori pada kejadian-kejadian tertentu  pada masa lalu yang relatif baru. Memori ini digunakan untuk mengingat hal yang bersifat detail kehidupan sehari-hari, namun tetap saja memori ini bukanlah memori yang sempurna. Memori ini menyimpan penafsiran mental mengenai hal-hal yang dianggap penting dan menonjol. Memori ini cepat luntur kecuali jika memori ini dapat dicari kembali, diulang, dan atau dibicarakan. Ketika hal itu dapat diingat lama karena ingatan ini sering diulang hingga kemampuan mengingat menjadi lebih meski pada kenyataanya kejadian tersebut berjarak lama.

b. Memori Autobiografi 

Memori Autobiografi menyimpan informasi tentang kehidupan manusia yang bertahan lama. Memori ini menyimpan dua jenis informasi, yakni rangkaian fakta pribadi kita yang meliputi nama, informasi keluarga, teman, dan sifat dari masa-masa penting hidup kita, seperti  di mana kita belajar, apa pekerjaan kita, rumah tempat tinggal kita, dan lain-lain. Kemudian, menyimpan memori penting dari kehidupan kita dan memori emosional dari kehidupan. Sebagian dari memori ini dapat diramalkan, seperti hari pertama masuk sekolah, kelahiran saudara, atau hari pernikahan. Memori pribadi lain yang kita anggap istimewa, biasanya saat kita berumur 3 atau 4 tahun.

c.  Memori Semantik

Memori Semantik memiliki informasi yang tersimpan terkait dengan dunia, hal yang menjadi penting dalam memori jenis ini adalah perbendaharaan mental bahasa berupa kata, pengucapan, dan ejaan. Memori ini menghubungkan kata-kata didalam perbendaharaan mental kita sehingga berhubungan dengan berbagai konsep yang berbeda. Memori ini juga menyimpan secara terperinci karakteristik visual benda yang  nyata dan umum. Selain itu, melihat sesuatu hingga terjadi keaktifan memori tentang konsep lain terkait hal yang dilihat secara kompleks, seperti Paris itu ibu kota Perancis, Anjing itu hewan mamalia, Mamalia adalah hewan. Kemudian contoh lain: hewan Anjing, kita akan terbayang: kandang, kucing, jejak, bulu, dan lain sebagainya. Berdasarkan hal tersebut dapat diketahui bahwa pengalaman baru dapat berinteraksi dengan pengetahuan mengenai dunia yang disimpan secara permanen di dalam memori semantik. Sementara itu, perbedaan semantik dan episodeik, yakni  memori semantik melakukan tugas untuk mengingat waktu ketika mempelajari fakta yang tersimpan di dalamnya, karena hal itu sudah berulang kali ditemukan. Di sisi lain, episodik terletak secara khusus pada tempat dan waktu tertentu lebih jelas.

d.  Memori Prosedural

Memori Prosedural adalah memori yang telah dipraktikan hingga menjadi memori jangka panjang yang mendasar. Walaupun kita tahun informasi tersebut, tapi terkadang kita tidak tahu bagaimana cara menguraikan secara tepat, contoh: bersiul, berjalan, bersepeda, atau mengendarai mobil. Memori ini merupakan bentuk memori mendasar yang tidak hanya dimiliki manusia. Jenisnya stabil, mampu bertahan puluhan tahun, dan relatif tahan terhadap kehilangan akibat penyakit atau usia tua.

                       ⧪⧪⧪⧪⧪

Pendapat lain dikemukakan oleh Rita dkk (1993: 480) menyatakan bahwa memori yang berbeda untuk informasi yang berbeda. Selain membagi memori dalam dua macam yakni jangka panjang dan jangka pendek, ia menambahkan memori implisit dalam macam memori. Memori Jangka Pendek merupakan memori yang digunakan untuk mengingat dalam beberapa detik yang melibatkan ketiga tahap yaitu penyajian, penyimpanan, dan pengambilan. Memori ini memiliki peranan penting dalam pikiran sadar. Bill Hoest via Rita dkk (1993: 490) menjelaskan jika secara sadar kita mencoba memecahkan suatu masalah sering menggunakannya sebagai ruang kerja mental. Kita menggunakannya untuk menyimpan bagian masalah serta informasi yang diambil dari Memori Jangka Panjang yang relevan dengan masalah.

Kemudian, Memori Jangka Panjang menurut Rita dkk (1993: 495) dinyatakan mampu melibatkan informasi untuk dipertahankan pada interval yang sangat singkat yaitu beberapa menit atau sampai seumur hidup. Terkait memori implisit, Rita dkk (1993: 519) menjelaskan bahwa memori ini mencakup memori kecakapan. Memori ini sering ia katakan dengan penyimpan berbagai jenis memori (fakta dan kecakapan). Pada macam ini,  ingatan masa lalu dilakukan secara sadar, dikatakan, dan diekspresikan secara eksplisit (langsung).


Nah, bagaimana teman-teman? Apakah kamu mendapatkan informasi berharga setelah membaca tulisan ini? 

Dengan kita lebih memahami tentang apa yang kita miliki maka rasa syukur pun akan mengiringi. Terima kasih telah membaca dan jangan ragu untuk meninggalkan komentar di bawah ini. 

 

Kamis, 12 November 2020

TIPS MENYUSUN KUMPULAN CERPEN

     Kumpulan cerpen merupakan sebuah jenis buku sastra. Sastra jenis ini tentunya berbentuk tulis, objek dalam buku ini merupakan cerpen atau cerita pendek. Seperti yang sudah dipahami bahwa cerita pendek merupakan cerita yang simpel alias pendek. Simpel di sini menjelaskan tentang segala instrinsik yang digunakan secara lebih padat, tokoh tidak banyak berkisar 3-5. Konflik yang dibuat tidak berbelit berkisar satu hingga 3 masalah, kemudian sudut pandang, dan lain-lain. Semua hal yang dijelaskan silahkan bisa dipahami pada ciri-ciri cerpen.



    Pada kesempatan ini, saya akan memberikan sedikit tips untuk kalian yang ingin membuat tulisan kumpulan cerpen. Langsung saja, yuk kita simak. 

1. Pengertian

Kumpulan cerpen (cerita pendek) merupakan sebuah karya seorang tunggal yang terdiri dari beberapa cerita pendek. Cerita pendek sebagai isi dari jenis buku ini kebanyakan berisi lebih dari 10 judul. Adanya 10 judul  cerita pendek ini berangkat dari sebuah tema yang telah diambil sang penulis.

 2. Penyusunan Isi Buku Kumpulan Cerpen

Cerita pendek yang menjadi poin utama dalam buku ini akan dikemas baik secara lugas ataupun tidak ke dalam beberapa bagian/bab/subtema/subab. Bab/Subtema/subbab ini dapat berkaitan langsung dengan tema serta judul maupun bisa berdiri sendiri. Kemudian, pemilihan judul bagi kumpulan cerpen dapat diambil dari tema umum atau salah satu judul cerpen di dalamnya.

Salah satu contoh kumpulan cerpen yang menggunakan bab/subbab/subtema berkaitan dengan judul yaitu Atas Nama Malam. 

·         Judul Atas Nama Malam karya SGA tidak ada dalam salah satu cerita, jadi berdiri sendiri sedangkan babnya mengambil dari tema umum dan judul buku, yaitu

Ø   Suatu Malam, Aku Jatuh Cinta (kehidupan malam, peristiwa pada malam hari, hal-hal yang kelam dan gelap seperti kondisi malam hari.

Ø  Suatu Malam, Aku Bercerita (Cerita kelam, gelap, perempuan, malam sebagai artu harfiah itu sendiri)

 

·         Judul Sepotong Senja untuk Pacarku karya SGA. Subtema/bab dalam buku ini tidak saling berhubungan secara langsung. Pada kumpulan cerpen tersebut tema utama/objek yang digunakan adalah senja yang kemudian dimetaforakan dalam banyak hal. Judul buku mengambil dari salah satu judul cerpen di dalamnya. Bab dalam kumcer tersebut, yaitu

1)      Trilogi Alina (tentang Alina, ungkapan pada kekasih)

2)      Peselancar Agung (sebagian besar melibatkan latar pantai)

3)      Atas Nama Senja (berbicara tentang latar senja)

 

·         Kemudian, Iblis Tidak Pernah Mati karya SGA. Isi dalam buku ini beragam sekali. Bahkan beberapa ceritanya ada yang masih bisa dikaitan dan  tidak sama sekali. Judul buku ini diambil dari tema, tidak ada kaitannya dengan penamaan bab secara langsung. Bab/subtema yang digunakan justru membuat runtutan alur, yaitu

1)      Sebelum

2)      Ketika

3)      Sesudah

4)      Selamanya

 

·         Di sisi lain, terdapat kumpulan cerpen dengan judul Sebuah Usaha Menulus Surat Cinta karya Phutut EA yang tidak memiliki bab secara lugas tertulis dalam daftar isi. Judul buku diambil dari salah satu cerpen di dalamnya.

Alih-alih menggunakan bab, susunan/urutan cerpen tersebut mengalir seperti alur cerita dari awal hingga akhir. Judul dan isi cerpennya meliputi bagian

-          cinta yang kandas

-          hubungan terselubung

-          kasih yang terlarang


 "Penyusunan urutan cerpen/membuat bab/ subbab tema/judul agar mampu mengembangkan alur dan peristiwa yang digunakan dalam kumpulan cerpen."

 

Mengapa saya mengatakan seperti itu? Sejujurnya di luar sana untuk buku kumpulan cerpen tidak sebesar pamor dari novel. Bukan berarti saya mengatakan siapa lebih bagus atau tidak, tetapi dalam setiap penyusunan buku tentunya pada akhirnya sebagai penulis harus memberikan keunikan dalam karyanya meskipun hal tersebut tidak dapat langsung ditemukan. Terlebih untuk pemula, menulis cerpen merupakan langkah awal yang bagus untuk memulai sebuah karier kepenulisan.

Berdasarkan hal tersebut, penyusunan buku kumpulan cerpen tentunya patut untuk dipikirkan matang-matang. Salah satu caranya yaitu membuat bab/subtema. Akan tetapi, ini tidak wajib. Seperti yang sudah dijelaskan di atas banyak cara menyiasati penyusunan buku kumpulan cerpen.


 3. Proses Kepenulisan Cerpen menjadi Kumpulan Cerpen

Menulis cerpen untuk membuat kumpulan cerpen akan berbeda dengan hanya membuat cerpen tunggal, tentunya. Proses kepenulisan cerpen yang harus melibatkan minimal 10 judul (misalnya) tidak mungkin akan menggunakan metode sama. Penulisan cerita bisa dimulai dengan melibatkan instrinsik maupun struktur teks.

Katakan saja jika 2 cerpen menggunakan kalimat awal setting, maka 2 cerpen lain akan menggunakan penokohan, kemudian 2 lainnya menggunakan tokoh, amanat, konflik, ending, dan lain-lain. Hal tersebut hanya sebagai salah satu tips agar pembaca mendapatkan kesan baru saat setiap kali membuka lembar judul cerita pendek. Sebab setiap cerita baru telah mengakhiri peristiwanya masing-masing dan bergantinya judul tentunya seperti membuka cerita baru.


 4. Keuntungan Membuat Kumpulan Cerpen bagi Penulis

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa menulis cerpen merupakan sebuah langkah yang tepat untuk memulai karier kepenulisan, sebab isi lebih singkat. Setelah nantinya lulus menulis cerpen tentunya penulis sudah mampu menyusun menjadi bentuk yang lebih luas lagi. Bentuk luas ini dapat berupa genre atau jenis yang berbeda.

Awalnya menulis cerpen dengan genre remaja, suatu ketika mampu berkembang ke genre religi atau bahkan menyusun puisi, novel, dan lain-lain. Berkaitan dengan keuntungan menyusun kumpulan cerpen hal ini berlaku untuk masa yang akan datang. Kenapa? Untuk kedepannya kamu dapat mengambil dan mengembangkan salah satu cerpen dalam kumpulan cerpenmu tersebut menjadi sebuah novel atau sekuel kumpulan cerpen berikutnya. Banyak hal bisa dikembangkan dari karya yang sudah kamu buat, terlebih dalam kumpulan cerpen, tentunya ada banyak pilihan untuk dapat dikembangkan suatu saat.


 5. Format Buku Kumpulan Cerpen (secara umum)

-       Sampul

-       Lembar Judul

-       Lembar Hak Cipta

-       Pengantar Buku

-       Daftar Isi

-       Isi/Cerita Pendek

-       Riwayat Kepenulisan/Biodata Penulis


            Nah, bagaimana tips di atas? Semoga dengan kalian membaca informasi ini dapat menambah pengetahuan. Menulis merupakan jenis keterampilan yang paling sulit dari ketiga keterampilan berbahasa lainnya akan tetapi memulai untuk menulis bukanlah sesuatu yang sulit. Setiap dari kita akan belajar terus untuk mendapatkan keunikan tersendiri dalam hal kepenulisan atau kerier menulis. Semoga bermanfaat! Sampai ketemu lagi di tips lain dalam blog ini. 


Minggu, 04 Agustus 2019

LONELY-LOVE (GOOD)

Pergi ke lokasi ramai, berjalan-jalan tanpa mencari tempat duduk, melihat-lihat berbagai barang atau benda yang mudah merangsang indera penglihatan, menggenggamnya, melihat secara mendalam, memberikan perspektif egois, dan jika cocok kau simpan sedangkan kembalikan saat tak ingin.

Nyalakan objek yang mampu membangkitkan pendengaran, mengisi kekosongan ruang, memilih benda-benda yang bahkan tak asing untuk sekadar dipegang  atau disingkirkan dibersihkan, bahkan mencoba mengotak-atiknya dengan prasangka akan jauh lebih baik jika dilakukan. Mencoba mengisi pikiran dengan banyak hal.

Tidur, berdendang, mengisolasikan tubuh, bahkan mencari lokasi paling “nyaman” *di sini bisa berarti paling sepi atau gelap*

Tiga cerita di atas adalah beberapa hal yang teramat sering dilakukan oleh kita. Kali ini aku ingin menuliskan tentang bagian drama dalam kehidupan *lagi?* maaf terlalu sering kali ya. Nggak juga, baru beberapa kali. Nggak papa ya. Kita bisa sekadar share soal ini. Ini nya apa?
Ini-nya itu tentang salah satu bagian hidup kita, hal dalam kehidupan, yaitu sendiri, menyendiri, sendirian, kesepian. Why? Mengapa dipilih tema ini?
Back to aku sendiri banyak ngalamin hal seperti ini. Eits, tapi bukan berarti semua hal di atas adalah hal buruk. Ey.. banyak fakta, penelitian, bahwa perempuan *karena penulis kebetulan cewe* banyak membutuhkan waktu sendiri untuk berbagai hal dan itu pun sebenarnya bagus. Laki-laki pun juga seperti itu. Namun, porsinya masing-masing. Yak, selalu porsinya masing-masing. Iyalah ya, hidup kita gamungkin soal ini terus kan yak!
Pada dasarnya, sendiri, menyendiri, kesepian, dan sendirian adalah kata yang maknanya berbeda.

>> sen.di.ri
(a) seorang diri; tidak dengan orang lain; tidak dibantu (pengaruh orang lain) orang lain; terpisah dari yang lain; terasing. (KBBI V)
Sesuai dengan pengertiannya kalau kau sedang merasa sendiri itu hanya dalam keadaan memang gaada orang. That’s it! Jangan kau hubungkan dengan tak ada orang yang mau mendampingimu, membersamaimu, kamu hanya dalam keadaan tanpa orang lain. Bukan kemauan sendiri!

>>me.nyen.di.ri
(v)  mengasingkan diri; memencil; duduk seorang diri. (KBBI V)
Nah, kalau seperti ini kamu sendiri lah yang menginginkan untuk tak bersaqma orang lain. Kamu yang menginginkan. Badanmu, tubuhmu menolak didampingi orang lain. Baik dalam suasana ramai maupun sepi.

>>sen.di.ri.an
(adv) seorang diri; sendiri. (KBBI V)
Kalau dalam keadaan ini berarti bisa disengaja pula. Mungkin ada yang menginginkanmu dalam keadaan ini.

>>ke.se.pi.an
(n) keadaan sepi; kesunyian; lengang; perasaan sunyi (tidak berteman dan sebagainya). (KBBI V)
Nah kalo kamu ngalamin ini, namanya kamu sungguh beruntung. Bisa sial juga sih. Tapi nggak ada yang tau sial itu kaya apa dan beruntung itu yang gimana? Toh ini hanya perspektif.
Kalau dikaitin sama perspektif, okelah, cuma diri kita sendiri yang tau mengapa kita melakukan hal-hal di atas, mengapa kita merasa seperti itu atau diperlakukan seperti itu. Kadang hal tersebut membuatmu merasa nyaman dan sebaliknya.

LONELY-LOVE(GOOD)
Ada yang sadar gasih? Kalau judulnya familiar? Diambil dari salah satu nama sebutan bagi seorang tokoh dalam film fiksi terkenal. Mirip-miriplah walau tulisannya agak beda dikit.
Back to~…tema kita. Aku akan tanya.
Pernah nggak sih kamu dalam kondisi beneran pingin sendiri dan nggak mau ketemu orang?
Banyak yang ketika aku cerita hal begini akan menjawab
Yah, wajar.Yah, nggak papa. Aku juga gitu.Heh, biasa. Wajar kalau setiap hari kerja ketemu orang banyak, terus tiba-tiba pengen nggak ketemu sama siapa-siapa. Itu karena udah jemu sama banyak orang. Nikmatilah.
Kebanyakan akan menjawab seperti ini.
Dulu, aku pernah menikmati, bahkan bahagia, bangga malah tepatnya. Kalau aku bisa kemana-mana sendiri, sendirian, kesepian dan mandiri. Kejadian yang aku lama saat  menghadapi keadaan “sendiri” adalah ketika kamu memutuskan pergi sendiri misal kaya belanja, makan, atau sekadar muter-muter terus ketemu abang cilok ganteng, beli, kemudian pulang. Hanya karena keadaan. Kalau “sendirian” bahkan “kesepian” itu adalah ketika aku bener-bener gabisa ketemu orang atau gabisa menemui orang atau bahkan terpojokkan atau bahkan dikucilkan atau nyeseknya lagi diacuhkan. Kalau mandiri jelas lah ya. Kamu melakukan banyak hal dan menyelesaikan masalah dengan caramu dan pola pikirmu.

Dari ketiga itu yang paling menakutkan dan nggak pengen banget aku alami adalah sendirian dan kesepian. Why? Kamu tau rasanya gaada orang yang bakal peduli? Anggep aja aku lagi haus perhatian. Nggak papa, haus perhatian nggak dosa. Nggak ada orang di dunia ini yang nggak pengen dapet perhatian. Cuma mungkin porsi cukup dan pas-nya beda-beda.

Kalo aku cukup ada orang disampingku, siap dengerin curhat, siap dengerin aku marah-marah, dan jawab semaunya aja kalo aku tanya. Itu cukup. Nggak serakah kan?

Otomatis ketika gaada orang yang bisa seperti itu, aku kudu gimana? Family? Mungkin ini jawaban paling ampuh.

Tapi you know? Nggak semua family itu bakal jadi jawaban terampuh meskipun family adalah jawaban terakhir.

Seperti orang bilang, terutama orangtuaku, beliau akan selalu memberikan petuah. Kalo bukan keluarga siapa lagi?Kalau bukan saudara, siapa lagi? Tapi untuk beberapa hal atau masalah, “keluarga” belum tentu jadi jawaban yang pas.

Sama ketika rasa sendirian bahkan kesepian ini muncul. Hal yang paling membunuhmu adalah kesepian. Mungkin karena ini, aku jadi orang yang sosiable banget. Mengatasi kesepianku, kesendirianku dengan cara menjadikan banyak orang mengenalku, Disini artinya aku harus bergerak dulu memperkenalkan diriku, bukannya diriku harus dikenal. Kenapa?Ntah, itu nyaman bagiku. Meskipun begitukesendirian bahkan kesepian itu gabisa ditebak kapan munculnya. Apalagi kalau sampai pada titik patah hati, udah deh isi kepala meledak gabisa .ngapa-ngapain, udah kaya zombie. Tapi bisa juga kesepian itu muncul karena tiba-tiba kamu merasa tak ada orang yang bisa melengkapi kebutuhanmu saat itu. Tapi yang jelas mereka muncul saat ada alasan. Alasan yang dibuayt tidaklah selalu negatif. Seperti temanya LONELY-LOVE(GOOD)

Orang bisa merasa sendirian, kesepian bukan karena dia membutuhkan orang lain, atau merasa dirugikan banyak hal, tetapi kadang pula merasa aku butuh, diriku membutuhkan untuk sekadar merasa sendirian. Mengapa? Banyak hal dan waktu yang bisa kita lakukan saat kesepian, menyendiri, dan sendirian. Introspeksi misalnya? Bosan? Jenuh? Atau memikirkan banyak hal.

Aku pun pernah, walaupun rada receh ya ceritanya, simak boleh deh. Seperti yang udah ditulisin di atas, saya pernah bangga bisa sendirian, karena itu menguji mental saya untuk bertahan menghadapi banyak keadaan atau masalah. Rasanya sendirian itu bagaikan berjuang memecahkan masalah sendiri, mandiri, bertanggung jawab, bahkan merasa dewasa. Karena alasan-alasan itulah aku merasa perlu melakukannya suatu ketika.

Saat itu sedang tertekan, butuh sebuah waktu hanya untuk menyembuhkan perasaan. Aku mencoba menghilang selama seminggu tepatnya. Banyak yang dipikirkan, baiknya bagaimana? Buruknya apas aja? Memang tidak efektif untuk mendapatkan jawaban bahkan mungkin sebenarnya belum tentu memecahkan masalahmu. Namun, karenanya kamu merasa lebih tenang dan siap kembali bertemu banyak orang.

Pernah juga ketika memang ingin sendirian hanya karena jemu atau bosan. Semua akses kututp hanya berteman bantal/buku/laptop sekadar memanjakan inderamu seharian mungkin? Tiga hari pernah saya lakukan. Itu cukup. Berarti aku tepat menyatakan bahwa aku butuh menyendiri dan sendirian.

Nah dari cerita itu, kuharap bagi siapapun  yang pernah merasakan beberapa hal di atas, tolong jangan selamanya memandang bahwa keadaan itu adalah sebuah hal negatif atau buruk. Belum tentu sesuatu hal buruk perlu dikasihani, simpelnya! Iyakan? karena beberapa kondisi buruk perlu dijadikan cambuk bagi diri sendiri agar lebih tangguh di masa mendatang. Diri kita punya harga diri. Kontrollah hidupmu dengan sebaik mungkin.

Dan ketika kita menjumpai orang terdekat kita melakukan hal-hal di atas jangan pula selalu menanyakan. Tapi buatlah dia menceritakan, tapi bukan berarti memaksa. Kita hargai dia sebagai orang yang bertanggung jawab pada dirinya.

Lonely-love(good)……


KAMU PUN BOLEH MENYENDIRI ATAU SENDIRIAN. KARENA KAMU PASTI BUTUH SAAT-SAAT SEPERTI ITU. BUAT JIWAMU DAN BADANMU. TAPI SEMUA ADA BATASAN DAN PORSINYA MASING-MASING. JANGAN TERLENA DAN BERLARUT. KARENA SEMUA YANG KAMU ALAMI BELUM TENTU SESUATU YANG BURUK. KAMU HANYA MENUNDA/TERTUNDA UNTUK MENEMUKAN KEBAHAGIAAN.