Kumpulan cerpen merupakan sebuah jenis buku sastra. Sastra jenis ini tentunya berbentuk tulis, objek dalam buku ini merupakan cerpen atau cerita pendek. Seperti yang sudah dipahami bahwa cerita pendek merupakan cerita yang simpel alias pendek. Simpel di sini menjelaskan tentang segala instrinsik yang digunakan secara lebih padat, tokoh tidak banyak berkisar 3-5. Konflik yang dibuat tidak berbelit berkisar satu hingga 3 masalah, kemudian sudut pandang, dan lain-lain. Semua hal yang dijelaskan silahkan bisa dipahami pada ciri-ciri cerpen.
Pada kesempatan ini, saya akan memberikan sedikit tips untuk kalian yang ingin membuat tulisan kumpulan cerpen. Langsung saja, yuk kita simak.
1. Pengertian
Kumpulan cerpen (cerita
pendek) merupakan sebuah karya seorang tunggal yang terdiri dari beberapa
cerita pendek. Cerita pendek sebagai isi dari jenis buku ini kebanyakan berisi
lebih dari 10 judul. Adanya 10 judul
cerita pendek ini berangkat dari sebuah tema yang telah diambil sang
penulis.
2. Penyusunan Isi Buku Kumpulan Cerpen
Cerita pendek yang menjadi
poin utama dalam buku ini akan dikemas baik secara lugas ataupun tidak ke dalam
beberapa bagian/bab/subtema/subab. Bab/Subtema/subbab ini dapat berkaitan
langsung dengan tema serta judul maupun bisa berdiri sendiri. Kemudian,
pemilihan judul bagi kumpulan cerpen dapat diambil dari tema umum atau salah
satu judul cerpen di dalamnya.
Salah satu contoh kumpulan cerpen
yang menggunakan bab/subbab/subtema berkaitan dengan judul yaitu Atas Nama
Malam.
·
Judul Atas Nama Malam karya SGA tidak
ada dalam salah satu cerita, jadi berdiri sendiri sedangkan babnya mengambil
dari tema umum dan judul buku, yaitu
Ø Suatu Malam, Aku
Jatuh Cinta (kehidupan malam, peristiwa pada malam hari, hal-hal yang kelam dan
gelap seperti kondisi malam hari.
Ø Suatu Malam, Aku Bercerita (Cerita kelam, gelap, perempuan, malam
sebagai artu harfiah itu sendiri)
·
Judul Sepotong Senja untuk
Pacarku karya SGA. Subtema/bab dalam buku ini tidak saling berhubungan secara
langsung. Pada kumpulan cerpen tersebut tema utama/objek yang digunakan adalah
senja yang kemudian dimetaforakan dalam banyak hal. Judul buku mengambil dari
salah satu judul cerpen di dalamnya. Bab dalam kumcer tersebut, yaitu
1)
Trilogi Alina (tentang
Alina, ungkapan pada kekasih)
2)
Peselancar Agung (sebagian
besar melibatkan latar pantai)
3)
Atas Nama Senja (berbicara
tentang latar senja)
·
Kemudian, Iblis Tidak Pernah
Mati karya SGA. Isi dalam buku ini beragam sekali. Bahkan beberapa ceritanya ada yang
masih bisa dikaitan dan tidak sama
sekali. Judul buku ini diambil dari tema, tidak ada kaitannya dengan penamaan
bab secara langsung. Bab/subtema yang digunakan justru membuat runtutan alur,
yaitu
1)
Sebelum
2)
Ketika
3)
Sesudah
4)
Selamanya
·
Di sisi lain, terdapat
kumpulan cerpen dengan judul Sebuah Usaha Menulus Surat Cinta karya Phutut EA
yang tidak memiliki bab secara lugas tertulis dalam daftar isi. Judul buku
diambil dari salah satu cerpen di dalamnya.
Alih-alih menggunakan bab,
susunan/urutan cerpen tersebut mengalir seperti alur cerita dari awal hingga
akhir. Judul dan isi cerpennya meliputi bagian
-
cinta yang kandas
-
hubungan terselubung
-
kasih yang terlarang
Mengapa saya mengatakan seperti itu? Sejujurnya di luar sana untuk buku kumpulan cerpen tidak sebesar pamor dari novel. Bukan berarti saya mengatakan siapa lebih bagus atau tidak, tetapi dalam setiap penyusunan buku tentunya pada akhirnya sebagai penulis harus memberikan keunikan dalam karyanya meskipun hal tersebut tidak dapat langsung ditemukan. Terlebih untuk pemula, menulis cerpen merupakan langkah awal yang bagus untuk memulai sebuah karier kepenulisan.
Berdasarkan hal tersebut,
penyusunan buku kumpulan cerpen tentunya patut untuk dipikirkan matang-matang.
Salah satu caranya yaitu membuat bab/subtema. Akan tetapi, ini tidak wajib.
Seperti yang sudah dijelaskan di atas banyak cara menyiasati penyusunan buku
kumpulan cerpen.
Menulis cerpen untuk membuat kumpulan cerpen akan berbeda dengan hanya membuat cerpen tunggal, tentunya. Proses kepenulisan cerpen yang harus melibatkan minimal 10 judul (misalnya) tidak mungkin akan menggunakan metode sama. Penulisan cerita bisa dimulai dengan melibatkan instrinsik maupun struktur teks.
Katakan saja jika 2 cerpen
menggunakan kalimat awal setting, maka 2 cerpen lain akan menggunakan
penokohan, kemudian 2 lainnya menggunakan tokoh, amanat, konflik, ending, dan
lain-lain. Hal tersebut hanya sebagai salah satu tips agar pembaca mendapatkan kesan
baru saat setiap kali membuka lembar judul cerita pendek. Sebab setiap cerita
baru telah mengakhiri peristiwanya masing-masing dan bergantinya judul tentunya
seperti membuka cerita baru.
Seperti yang sudah
dijelaskan sebelumnya, bahwa menulis cerpen merupakan sebuah langkah yang tepat
untuk memulai karier kepenulisan, sebab isi lebih singkat. Setelah nantinya
lulus menulis cerpen tentunya penulis sudah mampu menyusun menjadi bentuk yang
lebih luas lagi. Bentuk luas ini dapat berupa genre atau jenis yang berbeda.
Awalnya menulis cerpen
dengan genre remaja, suatu ketika mampu berkembang ke genre religi atau bahkan
menyusun puisi, novel, dan lain-lain. Berkaitan dengan keuntungan menyusun
kumpulan cerpen hal ini berlaku untuk masa yang akan datang. Kenapa? Untuk
kedepannya kamu dapat mengambil dan mengembangkan salah satu cerpen dalam
kumpulan cerpenmu tersebut menjadi sebuah novel atau sekuel kumpulan cerpen
berikutnya. Banyak hal bisa dikembangkan dari karya yang sudah kamu buat,
terlebih dalam kumpulan cerpen, tentunya ada banyak pilihan untuk dapat
dikembangkan suatu saat.
-
Sampul
-
Lembar Judul
-
Lembar Hak Cipta
-
Pengantar Buku
-
Daftar Isi
-
Isi/Cerita Pendek
-
Riwayat Kepenulisan/Biodata
Penulis
Nah, bagaimana tips di atas? Semoga dengan kalian membaca informasi ini dapat menambah pengetahuan. Menulis merupakan jenis keterampilan yang paling sulit dari ketiga keterampilan berbahasa lainnya akan tetapi memulai untuk menulis bukanlah sesuatu yang sulit. Setiap dari kita akan belajar terus untuk mendapatkan keunikan tersendiri dalam hal kepenulisan atau kerier menulis. Semoga bermanfaat! Sampai ketemu lagi di tips lain dalam blog ini.
Daftar Pustaka:
Ajidarma, Seno Gumira. 2001. Iblis Tidak Pernah Mati. Yogyakarta: Galang Press
. 2005. Atas Nama Malam. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
. 2016. Sepotong Senja Untuk Pacarku. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
EA, Phutut. 2014. Sebuah Usaha Menulis Surat Cinta. Yogyakarta: EA Books.
.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar