Di mana kuutaruh bukuku dua hari yang lalu?
Kapan aku berkunjung ke kota itu, ya?
Manusia hidup dengan ingatan. Peristiwa yang terjadi pada masa lalu hingga kini terangkum dalam
sebuah hal yang dinamakan memori. Namun,
tidak ada sebuah memori yang sempurna, meski ia merupakan
memori dengan kualitas bagus. Sebab, terdapat banyak faktor baik di dalam
maupun di luar yang mampu mengganggu terjadinya penyimpanan informasi.
Berbagai bentuk informasi yang diterima manusia tentunya secara otomatis masuk dalam memori. Secara ilmu biologis, informasi yang masuk langsung menuju pada lokasi berdasarkan jenisnya. Adanya pembagian kerja memori berdasarkan jenisnya membuat kita lebih bijak dalam menerima informasi yang perlu atau tidak untuk disimpan. Kemudian, melalui proses “mengingat” dengan memanfaatkan informasi dalam memori maka manusia tidak akan lupa masa lalunya. Bahkan hal ini dapat digunakan untuk membaca masa depan. Berikut akan dijelaskan macam dari memori manusia berdasarkan banyak ahli.
Pada
kenyataanya, orang-orang lebih mengetahui bahwa memori adalah
segala yang kita ingat. Hal-hal seperti mengingat sesuatu itu sudah dikatakan sebagai
memori atau ingatan. Namun, sesungguhnya tidak sesimpel itu. Memori mempunyai banyak macam serta tugas masing-masing. Berikut dapat
diketahui pendapat dari beberapa ahli, yang menjelaskan mengenai macam memori
Menurut Kenneth (1998: 27) terdapat beberapa
perbedaan antara Memori Jangka Pendek (MJP) dan Memori Jangka Panjang (MJPj)
yakni:
1. Perubahan syarat yang terjadi di dalam otak mungkin berlainan untuk keduanya.
2. Memori Jangka Pendek merupakan proses aktif yang berlangsung terus yang sudah dikacaukan oleh kegiatan-kegiatan lain: Memori Jangka Panjang tidak mudah dibuyarkan.
3. Memori Jangka Pendek memiliki kapasitas terbatas sedangkan memori jangka panjang merupakan memori dengan kapasitas tidak terbatas.
4. Retrieval dari MJP merupakan proses yang otomatis, sedangkan masalah retrieval terjadi pada MJPj.
5.Terdapat obat-obatan dan penyakit yang dapat mempengaruhi MJP tanpa memberikan dampak bagi MJPj atau sebaliknya.
⧪
Berkaitan dengan
macam memori, Kenneth L Higbee (1998: 27) membagi memori dalam dua macam, yaitu
Memori
Jangka Pendek dan Jangka Panjang.
Memori Jangka Pendek, merupakan memori yang diukur pada seberapa banyak informasi yang dapat diterima dalam satu waktu. Selain itu, memori ini sangat mudah hilang, jika tidak diulang kurang dari 30 detik. Pengulangan informasi menjalankan dua fungsi, yaitu pengulangan yang bertujuan agar informasi tersebut tetap tersimpan dalam MJP dan pengulangan memindahkan informasi dalam MJPj. Contohnya: nomor telpon, tanggal, dan orang (Kenneth, 1998: 27). Kemudian, Memori Jangka Panjang merupakan memori yang oleh manusia selama ini disebut sebagai memori. Sebab, banyaknya informasi yang bertahan dalam waktu lama terdapat di sini dan kapasitasnya tidaklah terbatas (Kenneth, 1998: 30).
Sependapat dengan Kenneth, Sri Esti (2006: 153-158) menambahkan bahwa informasi masuk ke dalam Memori Jangka Pendek dari Sensor Memory, sedangkan Memori Jangka Panjang kemungkinan sering mengalami gangguan sebab terkadang informasi yang masuk dalam jangka panjang ini tidak dapat digunakan secara tepat. Oleh sebab itu, ingatan tersebut dimasukan dalam Memori Jangka Pendek untuk digabungkan dengan informasi yang baru (Working Memory). Contoh: Ketika seseorang melihat burung, secara seketika kita akan lupa ketika mengalihkan perhatian. Namun, terkadang seketika pula informasi tersebut akan bergabung bersama dengan ingatan yang sudah kita miliki mengenai burung sebelumnya.
⧪⧪⧪
Sedikit berbeda
dengan Kenneth, Barry Gordon dan Lisa Berger (2003: 24) juga membagi memori dalam dua jenis. Namun,
dalam buku researchnya mengenai Memory Intelegent, dijelaskan lebih
detail lagi mengenai tugas dan fungsi dari masing-masing memori tersebut.
Dikatakan, bahwa Memori
Jangka Pendek (Memori Temporer)
digunakan untuk menyimpan informasi mengenai pokok kehidupan sehari-hari.
Memori ini menyimpan potongan-potongan dari informasi, seperti di mana anda meletakkan
cangkir kopi, menulis nomor telepon yang baru saja didengar, dan lain-lain. Memori ini
relatif kecil, sedikitnya
mengandung tujuh potongan
informasi dalam satu waktu dan selalu memperbarui diri sendiri baik dengan
cara membuang bebagai objek untuk menyediakan lebih banyak tempat atau dengan
memindahkan satu objek ke memori jangka panjang (Barry dan Lisa, 2003: 24).
Kemudian, Memori
Jangka Panjang merupakan memori yang
menyimpan infromasi untuk digunakan
oleh Memori Intelegent
(Barry dan Lisa, 2003: 25).
Selain menyimpan informasi dalam kurun waktu lama, memori ini juga harus
terorganisir untuk bisa digunakan oleh memori intelegent. Memori ini mengatur dan mengorganisir supaya suatu
ketika jika dibutuhkan hal ini dapat ditemukan secara cepat. Memori
intelegent adalah memori yang fungsinya untuk menarik
kesimpulan atau referensi (Barry dan
Lisa, 2003: 25). Namun, kesimpulan yang didapat tidak
selamanya selalu menjadi kesimpulan yang terbaik.
⧪⧪⧪⧪
Bagi Susan E. Gathrecole dan Tracy
Packiam Alloway (2009: 2), Memori Jangka Pendek adalah memori kerja,
masih murni, dan tidak dimanipulasi baik secara mental atau lainnya. Memori Jangka Pendek digunakan untuk
menyimpan informasi yang sifatnya khusus. Menurutnya, Memori Jangka Pendek terbagi atas dua
bentuk yakni:
a. Memori
Lisan Jangka Pendek, menyimpan informasi
yang diperoleh dan dinyatakan dengan lisan, seperti bilangan, angka, kata,
kalimat, dan didukung oleh struktur otak bagian samping belahan kiri. Ketika
seseorang mengalami cedera pada bagian ini, maka seseorang tersebut dapat
kehilangan kemampuannya dalam mengingat informasi lisan dalam jangka waktu
singkat dan arena darah yang mengalir ke daerah ini meningkat bila orang mengingat
informasi lisan.
b. Memori
Visuo-Spasial Jangka Pendek, memori ini dapat menyimpan informasi berupa
bayangan, gambar , dan infromasi mengenai lokasi. Kerja memori bagian ini
terletak di sisi kanan otak. Contohnya:
Ketika kita mendapat perintah untuk menggambarkan sebuah lokasi tempat, saat
kita tidak mendapatkan gambarnya secara langsung, maka pemanfaatan memori
visuo-spasial inilah dibutuhkan.
Kedua memori tesebut merupakan Memori Jangka Pendek yang letaknya
terpisah walaupun berhadapan. Karena hal inilah terkadang orang yang baik kemampuan dalam menyimpan informasi
lisannya belum tentu mempunyai memori visuo-spasial yang baik, dan sebaliknya. Selain kedua memori tersebut, Susan dan Tracy (2009:
6) menambahkan macam memori manusia, yaitu Eksekutif
sentral. Merupakan memori yang sangat penting karena ia terlibat dalam semua kegiatan
mental yang berkoordinasi dengan
penyimpanan dan proses mental berat. Penggunaan macam bagian memori
tersebut disesuaikan dengan sifat kegiatannya. Contohnya: Berhitung dalam hati
akan melibatkan eksekutif sentral maupun Memori
Lisan Jangka Pendek.
Ketika berhubungan dengan Memori
Visuo-Spasi Jangka Pendek, terkadang eksekutif
sentral juga bekerjasama. Eksekutif sentral mempunyai karakteristik berbeda
dengan kedua jenis lainnya di atas. ia mampu memberikan sumber daya kognitif
yang berkaitan dengan perhatian dalam
berbagai format.
Selanjutnya, Susan
dan Tracy (2009: 14) juga mengatakan bahwa Memori Jangka
Panjang merupakan aspek
yang sangat penting dari memori yang mendasari pengingatan kembali kejadian atau
episode yang terjadi relatif baru. Menyatakan memori pengalaman yang terjadi
pada suatu waktu sebelum masa lalu terdekat atau menjelang masa kini dan juga
untuk pengetahuan yang telah diperoleh dalam jangka panjang. Mereka membagi Memori Jangka Panjang kedalam beberapa jenis,
yaitu:
a. Memori Episodik
Memori Episodik menyimpan memori pada kejadian-kejadian tertentu pada masa lalu yang relatif baru. Memori ini digunakan untuk mengingat hal yang bersifat detail kehidupan sehari-hari, namun tetap saja memori ini bukanlah memori yang sempurna. Memori ini menyimpan penafsiran mental mengenai hal-hal yang dianggap penting dan menonjol. Memori ini cepat luntur kecuali jika memori ini dapat dicari kembali, diulang, dan atau dibicarakan. Ketika hal itu dapat diingat lama karena ingatan ini sering diulang hingga kemampuan mengingat menjadi lebih meski pada kenyataanya kejadian tersebut berjarak lama.
b. Memori Autobiografi
Memori Autobiografi menyimpan informasi tentang kehidupan manusia yang bertahan lama. Memori ini menyimpan dua jenis informasi, yakni rangkaian fakta pribadi kita yang meliputi nama, informasi keluarga, teman, dan sifat dari masa-masa penting hidup kita, seperti di mana kita belajar, apa pekerjaan kita, rumah tempat tinggal kita, dan lain-lain. Kemudian, menyimpan memori penting dari kehidupan kita dan memori emosional dari kehidupan. Sebagian dari memori ini dapat diramalkan, seperti hari pertama masuk sekolah, kelahiran saudara, atau hari pernikahan. Memori pribadi lain yang kita anggap istimewa, biasanya saat kita berumur 3 atau 4 tahun.
c. Memori Semantik
Memori Semantik memiliki informasi yang tersimpan terkait dengan dunia, hal yang menjadi penting dalam memori jenis ini adalah perbendaharaan mental bahasa berupa kata, pengucapan, dan ejaan. Memori ini menghubungkan kata-kata didalam perbendaharaan mental kita sehingga berhubungan dengan berbagai konsep yang berbeda. Memori ini juga menyimpan secara terperinci karakteristik visual benda yang nyata dan umum. Selain itu, melihat sesuatu hingga terjadi keaktifan memori tentang konsep lain terkait hal yang dilihat secara kompleks, seperti Paris itu ibu kota Perancis, Anjing itu hewan mamalia, Mamalia adalah hewan. Kemudian contoh lain: hewan Anjing, kita akan terbayang: kandang, kucing, jejak, bulu, dan lain sebagainya. Berdasarkan hal tersebut dapat diketahui bahwa pengalaman baru dapat berinteraksi dengan pengetahuan mengenai dunia yang disimpan secara permanen di dalam memori semantik. Sementara itu, perbedaan semantik dan episodeik, yakni memori semantik melakukan tugas untuk mengingat waktu ketika mempelajari fakta yang tersimpan di dalamnya, karena hal itu sudah berulang kali ditemukan. Di sisi lain, episodik terletak secara khusus pada tempat dan waktu tertentu lebih jelas.
d. Memori Prosedural
Memori Prosedural adalah memori yang telah dipraktikan hingga menjadi memori jangka panjang yang mendasar. Walaupun kita tahun informasi tersebut, tapi terkadang kita tidak tahu bagaimana cara menguraikan secara tepat, contoh: bersiul, berjalan, bersepeda, atau mengendarai mobil. Memori ini merupakan bentuk memori mendasar yang tidak hanya dimiliki manusia. Jenisnya stabil, mampu bertahan puluhan tahun, dan relatif tahan terhadap kehilangan akibat penyakit atau usia tua.
⧪⧪⧪⧪⧪
Pendapat lain dikemukakan oleh Rita dkk (1993: 480) menyatakan bahwa memori yang berbeda untuk informasi yang berbeda. Selain membagi memori dalam dua macam yakni jangka panjang dan jangka pendek, ia menambahkan memori implisit dalam macam memori. Memori Jangka Pendek merupakan memori yang digunakan untuk mengingat dalam beberapa detik yang melibatkan ketiga tahap yaitu penyajian, penyimpanan, dan pengambilan. Memori ini memiliki peranan penting dalam pikiran sadar. Bill Hoest via Rita dkk (1993: 490) menjelaskan jika secara sadar kita mencoba memecahkan suatu masalah sering menggunakannya sebagai ruang kerja mental. Kita menggunakannya untuk menyimpan bagian masalah serta informasi yang diambil dari Memori Jangka Panjang yang relevan dengan masalah.
Kemudian, Memori Jangka Panjang menurut Rita dkk (1993: 495) dinyatakan mampu melibatkan informasi untuk dipertahankan pada interval yang sangat singkat yaitu beberapa menit atau sampai seumur hidup. Terkait memori implisit, Rita dkk (1993: 519) menjelaskan bahwa memori ini mencakup memori kecakapan. Memori ini sering ia katakan dengan penyimpan berbagai jenis memori (fakta dan kecakapan). Pada macam ini, ingatan masa lalu dilakukan secara sadar, dikatakan, dan diekspresikan secara eksplisit (langsung).
Nah, bagaimana teman-teman? Apakah kamu mendapatkan informasi berharga setelah membaca tulisan ini?
Dengan kita lebih memahami tentang apa yang kita miliki maka rasa syukur pun akan mengiringi. Terima kasih telah membaca dan jangan ragu untuk meninggalkan komentar di bawah ini.
SUMBER BUKU:
Gordon, Barry dan Lisa Berger. 2003. Edisi Terjemahan: Memori Intelegent. Jakarta: Erlangga.
L Higbee, Kenneth. 1988. Memori Anda. Semarang: Dahara Prize.
E.
Gathercole, Susan dan Tracy Packiam
Alloway. 2009. Edisi Bahasa Indonesia:
Memori Kerja dan Proses Belajar. Jakarta: Indeks.
Esti W. D, Sri. 2006. Psikologi Pendidikan Edisi Revisi. Jakarta: PT Gramedia
Rita , Atkinson L dkk. 1993. Terjemahan:
Pengantar Psikologi Edisi Kesebelas Jilid
Satu. Batam: Interaksara.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar