Kamis, 16 April 2020

TERTAWA BERSAMA SI KAMBING!





Judul           : Kambing Jantan (sebuah catatan harian pelajar bodoh)
Penulis         : Raditya Dika
Penerbit        : GagasMedia


Buku ini telah dicetak  secara berulang. Cetakan pertama dilakukan pada tahun 2005 dan hingga pada tahun 2016 sudah mencapai cetakan keempat puluh sembilan.  Buku ini merupakan karya pribadi dari sang penulis. Buku berjenis nonfiksi komedi ini telah sukses dipasaran. Kisah yang dialami Dika, biasa dipanggil dalam ceritanya, dituangkan dalam catatan harian. Catatan harian tersebut diunggahnya pada platform blog.

Seorang pemuda bernama Raditya Dika yang menceritakan kisah sehari-harinya mulai dari kehidupan pribadinya secara individu, bersama keluarga, teman-teman, dan kekasihnya hingga kisahnya sebagai pelajar. Raditya Dika kala itu bersekolah di Australia tepatnya di Kota Adelaide. Cerita yang dibawakan mulai dari kisah masa lalunya saat masih kecil hingga dewasa, dari SD hingga bangku perkuliahan serta susah senangnya selama hidup di Australia sebagai orang Indonesia. Selain itu, kehidupan keluarganya pun terungkap.

Cerita yang dituliskan oleh Dika sangat mudah untuk dinikmati dan diterima oleh masyarakat mulai dari  alur ceritanya, karakter tokoh, bahkan bahasanya.

Perisitiwa demi peristiwa berjalan seperti cerita berurutan padahal belum tentu waktunya berdekatan. Inilah keunggulan penceritaan dalam bentuk catatan harian. Pembaca akan mudah mengikuti alurnya, meskipun terdapat lompat alur cerita yang kurang konsisten atau berganti topik dengan cepat. Akan tetapi, jalan cerita masih mudah untuk dinikmati.

Kemudian, dari sisi karakter tokoh, penulis secara unik menggambarkan karakter tokoh melalui dialog. Walaupun cerita berbentuk narasi ini merupakan catatan harian, tetapi penggunaan dialog cukup mendominasi. Berkat dialog inilah, keunikan karakter dari cerita tersebut terasa makin menarik bagi pembaca.

Selain kedua intrinsik, sisi ektrinsik yang cukup menggugah rasa pembaca adalah penggunaan bahasa. Seperti layaknya catatan harian, bahasa nonformal menjadi keharusan untuk digunakan. Cerita ini cukup menonjolkan penggunaan bahasa nonfromalnya yang lebih banyak berjenis bahasa kekinian, penuh dengan slang, akronim, atau singkatan-singkatan.

Terlepas dari hal tersebut, Kambing Jantan adalah karya narasi komedi yang mampu dinikmati banyak orang. Cerita komedi yang banyak dituangkan dalam bentuk komik kini pun bisa dinikmati dalam sebuah narasi. Uniknya lagi, ini berupa catatan harian yang pastinya topik atau temanya sangat dekat dengan lingkungan semua orang. Siapapun akan mengalami, siapapun sudah mengalami, bahkan siapapun sedang menjalani.

Bagiamana? Seru bukan? Di mana lagi kamu bisa baca buku sambil senyam-senyum sendiri tanpa harus buka kamus buat tahu maksud dari ceritanya kaya apa? Kisah Dika dalam buku ini dari yang malu-maluin diri sendiri sampai serunya belajar di Australia bisa kamu simak selengkapnya di Kambing Jantan! Penasaran kan?

Untuk yang belum baca, Jangan lupa baca! Buku ini menarik lho!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar