Judul : Kambing Jantan (sebuah catatan
harian pelajar bodoh)
Penulis : Raditya Dika
Penerbit : GagasMedia
Buku ini telah dicetak
secara berulang. Cetakan pertama dilakukan pada tahun 2005 dan hingga
pada tahun 2016 sudah mencapai cetakan keempat puluh sembilan. Buku ini merupakan karya pribadi dari sang penulis.
Buku berjenis nonfiksi komedi ini telah sukses dipasaran. Kisah yang dialami
Dika, biasa dipanggil dalam ceritanya, dituangkan dalam catatan harian. Catatan
harian tersebut diunggahnya pada platform blog.
Seorang pemuda bernama Raditya Dika yang menceritakan kisah
sehari-harinya mulai dari kehidupan pribadinya secara individu, bersama keluarga,
teman-teman, dan kekasihnya hingga kisahnya sebagai pelajar. Raditya Dika kala
itu bersekolah di Australia tepatnya di Kota Adelaide. Cerita yang dibawakan
mulai dari kisah masa lalunya saat masih kecil hingga dewasa, dari SD hingga
bangku perkuliahan serta susah senangnya selama hidup di Australia sebagai
orang Indonesia. Selain itu, kehidupan keluarganya pun terungkap.
Cerita yang dituliskan oleh Dika sangat mudah untuk dinikmati
dan diterima oleh masyarakat mulai dari
alur ceritanya, karakter tokoh, bahkan bahasanya.
Perisitiwa demi peristiwa berjalan seperti cerita berurutan padahal
belum tentu waktunya berdekatan. Inilah keunggulan penceritaan dalam bentuk
catatan harian. Pembaca akan mudah mengikuti alurnya, meskipun terdapat lompat
alur cerita yang kurang konsisten atau berganti topik dengan cepat. Akan
tetapi, jalan cerita masih mudah untuk dinikmati.
Kemudian, dari sisi karakter tokoh, penulis secara unik
menggambarkan karakter tokoh melalui dialog. Walaupun cerita berbentuk narasi
ini merupakan catatan harian, tetapi penggunaan dialog cukup mendominasi. Berkat
dialog inilah, keunikan karakter dari cerita tersebut terasa makin menarik bagi
pembaca.
Selain kedua intrinsik, sisi ektrinsik yang cukup menggugah rasa
pembaca adalah penggunaan bahasa. Seperti layaknya catatan harian, bahasa
nonformal menjadi keharusan untuk digunakan. Cerita ini cukup menonjolkan
penggunaan bahasa nonfromalnya yang lebih banyak berjenis bahasa kekinian,
penuh dengan slang, akronim, atau singkatan-singkatan.
Terlepas dari hal tersebut, Kambing Jantan adalah karya narasi
komedi yang mampu dinikmati banyak orang. Cerita komedi yang banyak dituangkan
dalam bentuk komik kini pun bisa dinikmati dalam sebuah narasi. Uniknya lagi,
ini berupa catatan harian yang pastinya topik atau temanya sangat dekat dengan
lingkungan semua orang. Siapapun akan mengalami, siapapun sudah mengalami,
bahkan siapapun sedang menjalani.
Bagiamana? Seru bukan? Di mana
lagi kamu bisa baca buku sambil senyam-senyum sendiri tanpa harus buka kamus
buat tahu maksud dari ceritanya kaya apa? Kisah Dika dalam buku ini dari yang
malu-maluin diri sendiri sampai serunya belajar di Australia bisa kamu simak
selengkapnya di Kambing Jantan! Penasaran kan?
Untuk yang
belum baca, Jangan lupa baca! Buku ini menarik lho!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar