Jumat, 20 Maret 2020

PUISI RAKYAT (KEBAHASAAN)


Kebahasaan merupakan hal-hal yang berkaitan dengan perihal bahasa. Berikut akan dijelaskan perihal tentang kebahasaan yang digunakan dalam pantun, gurindam, dan syair.

a.      Kalimat Perintah
Kalimat yang memiliki makna memerintah atau menyuruh. Ciri dari kalimat perintah adalah adanya kata perintah. Kata perintah yaitu semua kata dasar yang diikuti dengan imbuhan –lah dan –kan.

Contoh:

Kata dasar: Dengar

Imbuhan: -kan

Kata perintah: Dengarkan (bermakna memerintah)

-          Dengarkan tuan ayahanda berperi
Kepada anakanda muda bestari
(Kutipan Syair Pesan Ayahanda)

b.      Kalimat Saran
Kalimat yang berisi kata dengan makna memberikan saran atau himbauan demi kebaikan orang lain. Beberapa kata yang termasuk ke dalam kata saran yaitu baiknya, sebaiknya, seyogyanya

Contoh:

Jika kita rajin membaca buku
Sebaiknya kita perbanyak membeli buku

c.       Kalimat Ajakan
Kalimat yang berisi kata ajakan memiliki makna mengajak melakukan suatu hal.
Beberapa contoh kata ajakan, yaitu ayo, ayolah, mari.

Contoh:

Ayolah kawan jangan melamun,
Melamun tiada gunanya.


d.      Kalimat Seru
Kalimat yang berisi kata sifat atau pernyataan yang bermakna perasaan. Beberapa bentuk pemaknaannya, yaitu gembira, kagum, heran, kecewa, atau sedih. Kata-kata yang berkaitan dengan pemaknaan tersebut adalah wahai, alangkah, betapa, buka main.

Contoh:

Wahai ananda ayah beramanat,
bekerjalah engkau selagi sempat.
(Kutipan Syair di buku Antologi Puisi Lama Nusantara: Berisi Nasihat)

e.      Kalimat Larangan
Kalimat yang berisi kata larangan atau memiliki makna larangan atau melarang. Beberapa kata yang termasuk di dalamnya, yaitu jangan, hindari, tidak.

Contoh:

Hendak dimulai,
jangan melalui.
(Kutipan Gurindam pasal sebelas dalam Gurindam Dua Belas)


f.       Kata Penghubung/Konjungsi
Konjungsi merupakan kata yang menghubungkan antarkalimat. Konjungsi memiliki beberapa macam.

a)      Konjungsi tujuan
agar, supaya, demi, untuk, guna

b)      Konjungsi sebab
sebab, sebab itu, oleh sebab itu, karena,

c)      Konjungsi akibat
akibat, akibatnya, sehingga, maka

d)     Konjungsi syarat
jika, bila, jikalau, apabila, bilamana, kalau, asalkan

Contoh:

Kalau kerja terburu-buru,
tentulah kerja banyak keliru.

Jika sedikitpun berbuat bohong,
boleh diumpamakan mulutnya itu pekung.

g.      Kalimat Tunggal
Kalimat tunggal adalah kalimat yang dapat berdiri sendiri. Kalimat yang hanya terdiri dari satu pola kalimat, yaitu minimal terdiri dari Subjek dan Predikat (S-P).

Kalimat Tunggal
S-P
S-P-O
S-P-K
S-P-O-K

Contoh:
Pisang             Emas               dibawa                        ke pulau seberang
                 S                                   P                                   K

h.      Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk adalah kalimat yang di dalamnya terdapat kalimat lain. Kalimat yang minimal tersusun atas dua pola kalimat, yaitu 1 Subjek – 2 Predikat, 2 Subjek – 1 Predikat, 2 Subjek – 2 Predikat, dst. Selain itu, kalimat majemuk memiliki beberapa macam.

Kalimat Majemuk
1 S – 2 P
1 S – 2 P – 2 O
2 S – 2 P – 2 K
1 S – 2 P – 2 O – 1 K
dan seterusnya

a)      Kalimat Majemuk Setara
Kalimat yang terdiri dari minimal 2 pola kalimat kemudian dihubungkan dengan konjungsi dan, atau

b)      Kalimat Majemuk Bertingkat
Kalimat yang terdiri dari minimal 2 pola kalimat kemudian dihubungkan dengan konjungsi dan – ketika, jika – maka, karena – sehingga, dan seterusnya.

c)      Kalimat Majemuk Hubungan Syarat
Kalimat yang terdiri minimal 2 pola kalimat yang dihubungkan dengan konjungsi jika, jikalau, bila, apabila, bilamana

d)     Kalimat Majemuk Hubungan Sebab
Kalimat yang terdiri minimal 2 pola kalimat yang dihubungkan dengan konjungsi sebab, sebabnya, karena, oleh karena iru,  jika

e)      Kalimat Majemuk Hubungan Tujuan
Kalimat yang terdiri minimal 2 pola klaimat yang dihubungkan dengan konjungsi   supaya, agar

f)       Kalimat Majemuk Hubungan Konsensip
Kalimat yang terdiri minimal 2 pola kalimat yang dihubungkan dengan konjungsi  walaupun, kalaupun, meskipun, kendatipun, sungguhpun

g)      Kalimat Majemuk Hubungan Akibat
Kalimat yang terdiri minimal 2 pola kalimat yang dihubungkan dengan konjungsi sehingga, maka, akibat, berakibat, akibatnya,

h)      Kalimat Majemuk Hubungan Cara
Kalimat yang terdiri minimal 2 pola kalimat yang dihubungkan dengan konjungsi cara, dengan cara, secara, dengan

i)        Kalimat Majemuk Hubungan Alat
Kalimat yang terdiri minimal 2 pola kalimat yang dihubungkan dengan konjungsi dengan

j)        Kalimat Majemuk Hubungan Perbandingan
Kalimat yang terdiri minimal 2 pola kalimat yang dihubungkan dengan konjungsi ibarat, seperti, bagaikan, bagai, laksana, laiknya, sebagaimana, lebih baik

Contoh:

Sungguh senang bersamamu,
Bagai dunia milik berdua.

(kalimat majemuk hubungan perbandingan)

Bila dapat teman yang baru,,
Teman yang lama jangan dilupa.

(Kalimat majemuk hubungan syarat)



Contoh latihan menjawab soal struktur dan kebahasaan

Soal
1.      Gurindam
 Pikir dahulu sebelum berkata,
supaya terelak silang sengketa

Jawaban:
Gurindam di atas memiliki struktur yang terdiri dari 2 baris, yaitu baris ke-1 adalah pernyataan dan baris ke-2 adalah tanggapan dari pernyataan baris ke-1.
Kebahasaan dari gurindam tersebut, yaitu
a.    Menggunakan kalimat majemuk, yaitu antara baris ke-1 dan ke-2 saling berkaitan
b.    Pada baris ke-2 terdapat kata konjungsi tujuan, yaitu supaya

Kesimpulannya, gurindam tersebut terdiri dari Kalimat Majemuk Hubungan Tujuan.

2.      Syair
Janganlah engkau berbuat maksiat
Janganlah engkau berbuat jahat
Segeralah engkau bertaubat
Agar selamat dunia akhirat

Jawaban:
Sayir di atas memiliki struktur yang terdiri dari 4 baris dalam 1 bait. Semua barisnya berupa isi.
Kebahasaan dari syair tersebut, yaitu
a.       Baris ke-1 : kalimat tunggal, kata perintah, yaitu janganlah
b.      Baris ke-2 : kalimat tunggal, kata perintah, yaitu janganlah
Baris ke-1 dan ke-2 tidak saling berkaitan sehingga disebut kalimat tunggal/mampu berdiri sendiri. Selain itu, terdapat pula kata perintah pada kedua baris sehingga disebut kalimat perintah.

c.       Baris ke-4 : kata konjungsi tujuan, yaitu agar
d.      Baris ke-3 dan ke-4 : Kalimat majemuk

Baris ke-3 dan ke-4 saling berkaitan sehingga disebut kalimat majemuk. Selain itu, pada baris ke-3 terdapat kata yang bermakna saran dan baris ke-4 terdapat kata konjungsi tujuan sehingga disebut kalimat majemuk hubungan tujuan.

Kesimpulannya, kebahasaan dari teks syair di atas terdiri dari kalimat perintah dan kalimat majemuk hubungan tujuan




3.      Pantun
Buah duku dari Palembang
Pulau Bali masyur mangganya
Baca buku janganlah jarang,
sebab buku jendela dunia

Jawaban:
Pantun di atas memilik struktur 4 baris dalam 1 bait. Baris ke-1 dan ke-2 merupakan sampiran. Baris ke-3 dan ke-4 merupakan isi.
Kebahasaan dari pantun di atas, yaitu
a.       Baris ke-1 : kalimat tunggal
b.      Baris ke-2 : kalimat tunggal
c.       Baris ke-3 dan ke-4 : kalimat majemuk
d.      Baris ke-4 : kata konjungsi sebab, yaitu sebab
Baris ke-1 dan ke-2 disebut kalimat tunggal karena mampu berdiri sendiri dan tidak saling berkaitan.
Baris ke-3 dan ke-4 disebut kalimat majemuk karena kalimatnya saling berkaitan. Pada baris ke-4 terdapat kata konjungsi sebab. Kesimpulannya pada baris ke-3 dan ke-4 disebut sebagai kalimat majemuk hubungan sebab.

Kesimpulannya, teks pantun di atas memiliki kebahasaan kalimat tunggal dan kalimat majemuk hubungan sebab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar